RESUME

ADAPTASI FUNGSI ORGAN TUBUH TERHADAP

OLAHRAGA JANGKA PANJANG

Dalam latihan olahraga yang teratur dan terus menerus (kontinue) akan terjadi efek fisiologis. Efek Psikologis tersebut dapat digambarkan pada :

  1. 1. ADAPTASI SISTEM NEUROMUSKULER

Kegiatan yang berhubungan dengan otot yang dilakukan berkali-kali sampai batas maksimum akan menyebabkan bertambah besarnya otot skelet. Peningkatan daya otot maksimal adalah hasil dari kenaikan dua unsur yaitu, kekuatan dan kecepatan.

 

Peningkatan kekuatan sebagai hasil dari latihan otot dikarenakan :

  1. Penambahan luas penampang otot
  2. Kenaikkan curahan syaraf (nerve discharge) kepada otot

 

Untuk pekerjaan tertentu terdapat penurunan energi yang diperlukan, yang mana dapat mencapai ¼ daripada sebelumnya

Hasil dari latihan neuromuskuler telah ditunjukkan dengan melalui penyelidikan electromyography sebagai berikut :

  1. Flodorov               : “subyek terlatih memiliki periode latent yang lebih pendek”
  2. Basmajian              : “orang terlatih mempunyai keuntungan kontrol yang lebih                               baik dari motor units” inilah yang menjadi dasar perbedaan                                                    ketangkasan masing-masing orang.

 

  1. 2. ADAPTASI SISTEM KARDIOVASKULER

Latihan akan meningkatkan cardic output maximal.yang disebabkan oleh peningkatan volume sekuncup yang dihasilkan oleh distansibilitas dan contraktilitas otot jantung.

Penurunan kerja jantung berhubungan dengan adanya perpanjangan periode kontraksi isometric dan waktu injeksi. Perpanjangan periode diastole menyebabkan aliran darah koroner menjadi lebih baik dan supply oxpply oxygenke otot jantung menjadi lebih baik.

Jadi dengan latihan jantung menjadi lebih efisien dan dapat mengedarkan lebih banyak darah dengan jumlah denyut yang lebih rendah. Kontraksi jantung menjadi lebih kuat , jadi mengosongkan dirinya lebih sempurna dan isi sekuncup serta cardiac output bertambah besar.

Latihan juga merubah struktur jantung, bersama dengan meningkatnya faskularisasi, dijumpai kenaikan yang tajam dari berat massa otot jantung.

 

Poupa (1967) menyimpulkan dari penelitiannya tentang perbandingan binatang buas dan binatang jinak sebagai berikut:

  1. Jantung lebih besar daripada binatang jinak
  2. Kepadatan di jantung lebih besar daripada binatang jinak
  3. Jumlah sel-sel otot per unit massa jantung lebih besar daripada binatang jinak
  4. Sel-sel jantung lebih kecil  daripada binatang jinak

 

Penelitian Reindell pada olahragawan menemukan bahwa pada olahragawan yang terlatih bernilai antara 900 sampai 1400 mili liter, sedangkan orang biasa antara 600 sampai 900 mili liter

Pada orang yang terlatih denyut jantung dan tekanan darah lebih cepat kembali ke keadaan semula setelah aktivitas tubuh dihentikan pada proses pemulihan system kardiovaskuler.

Distribusi darah dengan latihan akan menunjukkan hal-hal sebagai berikut:

  • Jumlah ke otot akan berkurang, karena lebih efisienya otot
  • Ke organ-organ lainnya bertambah
  • Lebih tahan terhadap lingkungan panas, karena dapat menyalurkan lebih banyak darah ke kulit untuk pelepasan panas

 

  1. 3. ADAPTASI SISTEM RESPIRASI

Efek latihan pada system pernafasan sangat progresif, pengambilan O2 dan pelepasan CO2 menjadi lebih baik. Efisiensi otot pernafasan meningkat, frekwensinya menurun, sedangkan dalamnya bertambah.

Pembesaran kapasitas vital yang didapat pada seseorang dewasa terlatih, lebih berhubungan dengan proses proses pertumbuhannya daripada proses rangsangannya.

 

  1. 4. ADAPTASI PROSES METABOLISM

Dengan melakukan latihan, para olahragawan yang telah mendapatkan peningkatan maximum aerobic powernya dengan sempurna setelah latihan intensif tertentu.

Penggunaan prosentase yang lebih besar daripada maximum oxygen uptake akan mengakibatkan penurunan proses metabolisme anaerobik pada kegiatan fisik yang dilakukan sehingga mengakibatkan produksi asam laktat pada suatu aktivitas fisik yang dilakukan menurun.

Menurut hasil pengukuran kadar asam laktat dan pirufat di darah, dapat kita lihat bahwa proses metabolisme anaerobik mulai terjadi saat prosentase yang lebih tinggi daripada oxygen uptake. Asam laktat baru akan muncul apabila terjadi proses anaerobic dan dihubungkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya berat.

 

  1. 5. ADAPTASI SES-SEL JARINGAN

Peningkatan maximal oxygen uptake akibat latihan disebabkan peningkatan daripada oxygen transport dan sistem penggunaan oxygen. Peningkatan sistem penggunan oxygen berhubungan erat dengan sejumlah perubahan struktural dan perubahan biokimia pada sel.

Namun rata-rata maximum oxygen uptake menunjukan kenaikan sekitar 13% dan potensi oksidatif ototnya meningkat sekitar 100%. Juga metokondria sebagai pengatur respirasi sel meningkat 60% pada otot-otot yang terlatih.

 

Efek menaun (kronik) dari latihan adalah:

  1. Glikogen otot meningkat 2-5 kali sebelum latihan
  2. Mobilisasi jaringan adipose (lemak) dan pembakaran asam lemak akan meningkat pada olahragawan yang terlatih.

 

Peningkatan/ oksidasi asam lemak untuk mencukupi kebutuhan energi pada latihan jangka panjang ini akan meningkatkan penghematan glikogen, yang berarti penundaan pemecahan glikogen. Sehingga keadaan hypoglyacaemic yang mencetuskan kelelahan pun akan tertunda.

 

 

 

 

  1. 6. ADAPTASI MORFOLOGI

Penyesuaian terhadap latihan jangka panjang tidak hanya dinyatakan pada fungsi faaliah saja, tetapi juga pada keadaan morfologis beberapa perubahan morfologis pada tingkat sel telah ditemukan.

Peningkatan kegiatan fisik selalu otomatis diikuti dengan peningkatan nafsu makan, dan mengambil makanan, dan oleh karena itu sangat merugikan terhadap usaha penguranggan berat badan sedangkan berat badan akan menurun sesuai dengan peningkatan kegiatan jasmani dari keadaan istirahat ke keadaan kerja ringan, dan selanjutnya tidak berubah