KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

 

Keterampilan Mengadakan Variasi pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani

Aktivitas pengelolaan passing bawah dalam praktek olahraga bola voli seharusnya menyenangkan, namun pada kenyataannya malah membuat siswa bosan. Oleh karena itu, harus ada keterampilan mengadakan variasi.

 

1. Manfaat Mengadakan Variasi

a. Minat dan perhatian siswa terhadap proses pembelajaran akan tumbuh dan berkembang.

b.  Rasa ingin tahu siswa dan keinginan untuk mencoba ataupun melakukan semakin besar.

c.  Tingkah laku dan sikap positif akan berkembang.

d. Siswa dapat memilih cara belajar yang sesuai dan disenangi (dengan adanya variasi pembelajaran).

e.  Ranah psikomotor, kognitif, dan afektif siswa akan menjadi lebih berkembang. Hal ini dikarenakan oleh pembelajaran yang menarik akan dapat membuat siswa aktif dalam aktivitas.

 

2.  Prinsip Penggunaan Variasi agar Pembelajaran Lebih Efektif

a.  Perubahan gaya belajar harus relevan dengan :

1) Kompetensi pembelajaran

2) Pengembangan karakteristik siswa

b.  Perubahan gaya belajar harus berjalan lancar dan berkesinambungan.

c. Perubahan gaya belajar harus fleksibel dan spontan.

 

3.  Aspek dalam Mengadakan Variasi

a.  Variasi gaya mengajar guru

Perubahan gaya mengajar guru yang efektif dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Variasi ini dapa dilakukan dengan cara antara lain :

1) Gerakan dan mimik guru, akan mempermudah siswa memahami atau menangkap maksud dari materi yang diberikan.

2) Tekanan suara

3) Pemusatan perhatian, hal ini perlu dilakukan karena perhatian siswa harus selalu tertuju pada tujuan pembelajaran.

4) Penekanan kata, contoh dalam variasi keterampilan passing bawah bola voli, guru mengatakan “setelah passing baru pindah”

 

Selain itu, ada beberapa macam gaya yang dapat digunakan guru pada saat mengajar, gaya – gaya mengajar itu antara lain :

1) Gaya Komando (The Command Style)

Kerangka pengambilan keputusan :

Perencana      ———- guru

Pelaksana       ———- guru

Evaluasi         ———- guru

Siswa hanya sebagai pelaku kegiatan saja.

Contoh kegiatan :

Saat guru memimpin stretching, guru merencanakan, melaksanakan,     dan mengevaluasi gerakan siswa.

 

2) Gaya Latihan (The Practice Style)

Kerangka pengambilan keputusan :

Perencana      ———- guru

Pelaksana       ———- siswa

Evaluasi         ———- guru

Contoh kegiatan :

Saat pembelajaran lay up dalam bola basket, dalam hal ini guru hanya memberikan contoh lalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan gerakan atau kegiatan yang telah dijelaskan dan dicontohkan oleh guru. Setelah itu, guru mengevaluasi gerakan siswa yang kurang benar.

 

3) Gaya Resiprokal (The Resiprocal Style)

Kerangka pengambilan keputusan :

Perencana      ———- guru

Pelaksana       ———- siswa

Evaluasi         ———- siswa

Caranya :

Guru membagi siswa menjadi 2 kelompok yaitu 1 kelompok sebagai    pelaksana dan kelompok yang lain sebagai pengamat atau evaluator.

Contoh kegiatan :

Jumlah siswa 10, maka 5 siswa sebagai pelaksana dan 5 siswa sebagai pengamat dari gerakan yang dilakukan oleh kelompok pelaksana, lalu hasil dari pengamatan tersebut dilaporkan kepada guru untuk dibahas  bersama – sama, sehingga siswa yang lain tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

 

4) Gaya Inklusi (The Inclusion Style)

Kerangka pengambilan keputusan :

Perencana      ———- guru

Pelaksana       ———- siswa

Evaluasi         ———- siswa

Caranya :

Guru menetapkan beberapa level dan kriteria dalam pelaksanaan pembelajaran.  Dengan ketentuan level satu merupakan level paling mudah, lalu level dua lebih sulit dari level satu, dan begitu seterusnya. Lalu setiap siswa diberi kebebasan memilih level mana yang sesuai dengan kemampuan dirinya. Setelah itu, setiap siswa juga diberi kebebasan dan tanggung jawab untuk mengevaluasi kemampuannya (untuk menentukan apakah dirinya layak untuk naik ke level yang lebih sulit atau belum).

 

b.  Variasi media, bahan, dan alat pembelajaran

1) Media dengar (audio)

2) Media pandang (visual)

 

3) Media raba (taktil)

Contoh :

Media audio ——– Tape recorder (dalam aktivitas senam aerobik)

Siswa mendengarkan lagu, melihat gerakan guru (visual), lalu   menirukan gerakan guru.

 

4) Bahan pembelajaran

Setelah guru memberikan informasi pembelajaran maka guru    memberikan tantangan terhadap siswa.

Contoh :

Keterampilan passing bawah berpindah dalam bola voli.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5) Alat pembelajaran

Contohnya : palang = untuk melatih lompatan siswa.

 

6) Model pembelajaran konstektual (CTL)

Guru hanya sebagai fasilitator, fungsinya member pertanyaan kepada siswa dengan tujuan untuk merangsang kreatifitas siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut.

c. Variasi Pola Interaksi

1) Siswa mandiri

Contoh :

Siswa melakukan gerakan lay up bola basket secara bergantian.

 

2) Interaksi guru – siswa

Contoh :

Dalam kegiatan keterampilan passing bawah berpindah dalam bola      voli, guru melemparkan bola, dan siswa yang melakukan passing         bawah.

 

3) Interaksi siswa – siswa

Contoh :

Dalam praktek pelaksanaan start jongkok dalam lari, dimana siswa dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pelaksana dan kelompok pengamat (evaluator).

 

4) Interaksi guru – siswa – guru

Contoh :

Pembelajaran rol depan, guru bertanya terlebih dahulu kepada siswa mengenai titik berat badan saat hendak melakukan rol depan, lalu siswa menjawab, setelah itu, guru melemparkan pertanyaan berikutnya yang relevan dengan keterampilan rol depan.