Identifikasi jenis – jenis materi tes, pengukuran, dan evaluasi dalam pendidikan jasmani dan olahraga.

 

HASIL DISKUSI

1. Jenis – jenis materi tes, pengukuran, dan evaluasi dalam olahraga ada 6, yaitu :

a. Pengukuran Antropometrik

Pengukuran antropometrik adalah pengukuran terhadap bagian – bagian tubuh, yang berfungsi untuk menentukan status gizi seseorang dengan bersumber pada tulang, otot, dan lemak, menentukan tipe-tipe tubuh manusia, dan mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tubuh seseorang. Contoh dari pengukuran antropometrik ini antara lain pengukurtan tinggi dan berat badan, panjang lengan dan tungkai, lingkar lengan dan paha, serta kapasitas paru, dan lain-lain.

 

b. Tes Fungsi Jantung (Kardiovaskuler)

Tokoh yang mempopulerkan tes ini adalah Mosso.  Tujuan dari tes ini yaitu untuk mengetahui kemampuan jantung dan paru-paru beradaptasi terhadap pekerjaan atau latihan.  Penekanan tes ini yaitu untuk mengetahui kondisi umum dan sifat dari denyut jantung.  Macam – macam tes fungsi jantung antara lain : pengukuran tekanan darah, balke Treadmill test, tes kelelahan dari Carlson, tes Foster (lari di tempat), tes naik turun bangku, tes lari 12 menit, tes lari 2,4 km.  Sedangkan menurut Mathews (1978) dan Bosco (1983) macam pengukuran ini antara lain : tekanan darah, denyut nadi, kapasitas vital, menahan napas, konsumsi oksigen (VO2 max), metabolism basal, produksi jantung dan analisa darah untuk hemoglobin dan sel darah merah.

 

c. Kemampuan Gerak Umum

Tes kemampuan fisik umum melibatkan unsur, lompat, manjat dan lempar. Tes kemampuan umum bergerak ini meliputi tes kelincahan, kekuatan, keseimbangan dan kelentukan. Tes kelincahan misalnya shuttle run, tes kekuatan meliputi push up, sit-up dan pull up, tes keseimbangan misalnya meniti bangku swedia, tes kelentukan misalnya cium lutut.

 

 

d. Kesegaran Jasmani

Kesegaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas fisik yang layak tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tes yang dilakukan antara lain tes lari 2,4 km, lari 12 menit dan naik turun bangku swedia.

 

e. Prestasi Olahraga

Tes prestasi olahraga adalah suatu tes untuk mengukur tingkat prestasi dari ketangkasan dasar berolahraga seperti aktivitas dalam atletik yang meliputi melempar  jauh dengan tepat, keterampilan sepak bola yang meliputi menendang bola dengan tepat.

 

f. Keterampilan Olahraga

Tes keterampilan olahraga dibuat untuk meramalkan potensi kemampuan bermain dan menilai status sekarang atau tingkat kemampuan dalam cabang olahraga tertentu. Tes ini mengukur keterampilan atau teknik dasar dalam olahraga khususnya cabang olahraga permainan.

Tenis Lapangan      : Tes pukulan forehand dan backhand

Tes service dan ketepatan

Bolabasket              : Menggiring bola zig-zag

Ketepatan menembak bola ke ring

Sepakbola               : Tes menggiring bola zig-zag

Tes menendang bola ke sasaran

 

Identifikasi jenis evaluasi

 

a)      Observasi langsung

Pengamatan langsung merupakan cara dimana kita memperoleh informasi tentang usaha-usaha murid untuk memperoleh suatu kemampuan motorik. Banyak perilaku yang bisa diamati antara lain sikap sportif, tingkat penyesuaian diri dengan lingkungan dan disiplin.

 

 

b)      Ujian lisan

Tes ini jarang dilakukan dalam pendidikan jasmani sebagai sistem evaluasi. Ujian lisan dapat digunakan untuk menilai kemampuan kognitif.

 

c)      Tes esai

Tes dimana murid diberi pertanyaan dengan jawaban yang luas untuk menggali daya ingat siswa tentang materi yang telah diberikan.

 

d)     Tes jawaban pendek

Lebih mengacu pada tes objektif karena respon-responnya mengarah pada penilaian objektif dan dapat dipercaya. Pertanyaan-pertanyaan tes jawaban pendek dapat dikelompokkan dalam 2 jenis utama yaitu jenis pemilihan dan jenis melengkapi.

Keuntungan tes ini :

1). Guru dapat menyentuh konsep-konsep yang sudah dipelajari murid dalam jumlah banyak.

2). Pemberian skor cepat, mudah, dan dapat dipercaya.

3). Sejumlah besar murid dapat diuji dan dinilai dalam rentang waktu yang pendek.

 

e)      Tes penampilan motorik

Tes ini memusatkan perhatian pada koordinasi-koordinasi saraf otot individu, bertentangan dengan tes pengetahuan, yang terutama sekali memfokuskan perhatian pada proses mental.  Aplikasi tes ini dalam pendidikan jasmani meliputi tes kemampuan motorik, tes kemampuan fisik dan kekuatan, tes tanggapan motorik, dan tes kemampuan olahraga.